1. Cara Kerja Sistem Penglihatan 3D
Berbeda dengan sensor sederhana, sistem visi 3D menciptakan awan titik berdensitas tinggi—peta 3D digital dari permukaan atas palet.
Pengambilan gambar: Kamera 3D (biasanya dipasang di atas) menangkap seluruh lapisan dalam satu "gambar".
Segmentasi (AI): Algoritma Kecerdasan Buatan membedakan setiap tas secara individual, bahkan jika tas-tas tersebut saling menempel rapat atau memiliki pola yang kompleks.
Estimasi Posisi: Sistem menghitung koordinat x, y, z yang tepat dan orientasi tas terbaik untuk dipilih.
Penghindaran Tabrakan: Perangkat lunak visi merencanakan jalur untuk lengan robot guna memastikan robot tidak menabrak dinding palet atau kantong di sebelahnya selama proses pengambilan.
2. Tantangan Utama yang Teratasi
Masalah “Kantong Hitam”: Material gelap atau lapisan plastik reflektif sering kali “menyerap” atau “menghamburkan” cahaya, sehingga tidak terlihat oleh kamera standar. Sistem 3D modern berbasis AI menggunakan filter khusus dan pencitraan rentang dinamis tinggi untuk melihat permukaan yang sulit ini dengan jelas.
Tas yang Tumpang Tindih: AI dapat mendeteksi "tepi" sebuah tas bahkan ketika sebagian tas tersebut terkubur di bawah tas lain.
SKU Campuran: Sistem dapat mengidentifikasi berbagai jenis tas pada palet yang sama dan mengurutkannya sesuai dengan jenisnya.
Kemiringan Palet: Jika palet tidak sepenuhnya rata, sistem penglihatan 3D akan menyesuaikan sudut pendekatan robot secara otomatis.
3. Manfaat Teknis
Tingkat Keberhasilan Tinggi: Sistem modern mencapai akurasi pengenalan >99,9%.
Kecepatan: Waktu siklus biasanya 400–1.000 kantong per jam, tergantung pada kapasitas muatan robot.
Keselamatan Kerja: Menghilangkan risiko cedera punggung kronis yang disebabkan oleh proses penurunan palet manual pada karung berukuran 25kg–50kg.